Senin, 28 Maret 2016

B.indonesia

                                              Jenis-jenis kalimat fakta dan opini 

Kalimat Fakta

1. Fakta Umum

Kalimat fakta umum adalah kalimat yang kebenarannya berlaku sepanjang zaman.

Contoh:

Matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat.

2. Fakta Khusus
Kalimat fakta khusus adalah kalimat yang kebenarannya berlaku sementara dan dalam waktu tertentu.

Contoh:
Budi bersekolah di SMAN 2 Bandar Lampung.

Kalimat Opini

1. Opini Perorangan
Kalimat opini perorangan adalah kalimat pendapat atau gagasan yang dikeluarkan oleh orang tertentu.

Contoh:
Berjalan sejauh 1km cukup melelahkan.

2. Opini Umum
Kalimat opini umum adalah kalimat pendapat yang diakui oleh semua orang.

Contoh:
Mandi pada malam hari menyebabkan penyakit rematik.

Ciri-ciri kalimat fakta dan opini:
Kalimat Fakta:
  1. Kebenaranya bisa dibuktikan
  2. Memiliki pendukung berupa data yang akurat.
Kalimat Opini:
  1. Kebenarannya tidak bisa dibuktikan dan bersifat subjektif
  2. Tidak memiliki pendukung berupa data yang akurat.

Contoh Kalimat fakta dan opini:
Contoh Kalimat Fakta
  1. Indonesia merupakan Negara yang memiliki banyak pulau.
  2. Soekarno adalah presiden pertama Indonesia. 
  3. Jakarta adalah Ibukota Negara Indonesia. 
  4. Letusan Gunung Krakatau adalah letusan gunung berapi terdahsyat yang pernah terjadi di Indonesia. 
  5. Matahari terbenam di barat dan terbit di timur.
  6. 1 hari terdiri dari 24 jam. 
  7. Ayahku adalah seorang Polisi. 
  8. Indonesia memiliki 3 zona waktu yang berbeda-beda. 
  9. Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. 
  10. Budi mengontrak rumah di Jalan Pegangsaan Barat, Jakata Pusat. 
  11. Buah durian sangat menggangu indra penciuman Budi. 
  12. 17 Agustus 1945 adalah hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia. 
  13. Agus suka mengumpulkan perangko. 
  14. Bulan berputar mengelilingi bumi. 
  15. Kota Bogor berada di wilayah Jawa Barat. 
  16. Sapi perah menghasilkan susu yang bermanfaat bagi tubuh manusia. 

Contoh Kalimat Opini
  1. Lari sejauh 1km meter sangat melelahkan
  2. Sayur itu akan terasa lebih sedap jika ditambah sedikit garam. 
  3. Ruang kamar tidurku sangat sempit. 
  4. Tidak makan selama 12 jam membuat kita kelaparan. 
  5. Bandar Lampung adalah kota paling ramah di Indonesia 
  6. Orang yang kurus hidupnya penuh dengan masalah. 
  7. Jika aku hidup di Eropa, pasti lebih menggembirakan. 
  8. Jika indonesia dipimpin oleh pemuda, pasti Indonesia lebih maju. 
  9. Harga bahan bakar minyak semakin mahal. 
  10. Pengedar narkoba harus dihukum dengan hukuman mati. 
  11. Bakso akan terasa lebih nikmat jika dimakan pada saat hujan. 
  12. Seharusnya pemerintah lebih tegas terhadap para koruptor. 
  13. Memakan 2 buah apel setiap hari dapat mencegah kita terserang penyakit mematikan. 
  14. Durian itu rasanya enak sekali. 
  15. Tidur di pagi hari bisa mendatangkan penyakit. 
  16. Nasi goreng adalah makanan yang paling enak di Indonesia. 
  17. Gadis itu terlihat cantik dengan gaun berwarna merah yang dikenakannya.

IPS

     Interpretasi Peta Tentang Bentuk dan Pola Muka Bumi


A. MENGINTERPRETASI  PETA UMUM
Interpretasi peta adalah cara memahami simbol-simbol yang ada pada peta dan hubungannya dengan simbol-simbol lainnya.

Peta umum adalah peta yang dibuat berdasarkan kenampakan umum.

Simbol-simbol pada peta umum adalah sebagai berikut.
Sungai
Sungai ditunjukkan dengan garis berkelok-kelok.

Pegunungan dan Dataran Tinggi
Pegunungan dan dataran tinggi ditunjukkan dengan warna merah dan kuning.

Dataran Rendah dan Rawa
Dataran rendah dan rawa ditunjukkan dengan warna hijau dan hijau dengan
garis putus-putus.

Danau
Danau ditunjukkan dengan warna biru.

Gunung
Gunung ditunjukkan dengan bentuk segitiga. Segitiga merah artinya gunung
berapi (aktif), segitiga hitam artinya gunung tidak berapi (tidak aktif).
Simbol-simbol pada Peta Umum
Kepulauan

Laut dan Selat
Laut dan selat ditunjukkan dengan warna biru. Gradasi (tingkatan) warna
menunjukkan kedalaman wilayah laut dan selat. Semakin pekat (tua) warna biru
menunjukkan lebih dalam dari pada warna biru muda.

B. MENGINTERPRETASI PETA TOPOGRAFI

Peta topografi adalah peta yang menggambarkan tinggi rendahnya muka bumi. Dari peta topografi kita dapat mengetahui ketinggian suatu tempat secara akurat. Cara menginterpretasikan peta topografi berbeda dengan peta umum karena sImbol-simbol
yang digunakan berbeda.

Pada peta topografi terdapat garis-garis kontur yang menunjukkan relief muka bumi.

Peta topografi menunjukkan bentuk-bentuk muka bumi. 
Lereng, Cekungan (Depresi), Bukit, Pegunungan

Pada peta topografi terdapat garis-garis kontur yang menunjukkan relief muka bumi. Peta topografi menunjukkan bentuk-bentuk muka bumi. Bentuk-bentuk muka bumi tersebut adalah sebagai berikut.
  • Lereng



Gambar 2. Kenampakan Lereng pada Peta Topografi
  • Cekungan (Depresi)
Cekungan (Depresi) pada peta topografi digambarkan seperti di bawah ini!

Gambar 3. Cekungan atau Depresi
  • Bukit
Bukit pada peta topografi digambarkan seperti di bawah ini.

Gambar 4. Bukit pada Peta Topografi

  • Pegunungan
Pegunungan pada peta topografi digambarkan seperti di bawah ini!

MATEMATIKA

                   Materi Pengertian dan Rumus Peluang Matematika


Memahami Definisi dan Rumus Peluang dalam Matematika


Definisi Peluang
Peluang dapat didefinisikan sebagai sebuah cara yang dilakukan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya sebuah peristiwa.

Di dalam materi mengenai peluang, dikenal beberapa istilah yang sering digunakan, seperti:

Ruang Sampel
Merupakan himpunan dari semua hasil percobaan yang mungkin terjadi.

Titik Sampel
Merupakan anggota yang ada di dalam ruang sampel

Kejadian
Merupakan himpunan bagian dari ruang sampel.

RUMUS PELUANG MATEMATIKA

Frekuensi merupakan perbandingan antara banyaknya percobaan yang dilakukan dengan banyaknya kejadian yang diamati. Frekuensi dapat diketahui dengan menggunakan rumus:




Apabila setiap titik sampel dari anggota ruang sampel S mempunyai peluang yang sama, maka peluang kejadian K yang jumlah anggotanya dinyatakan dalam n(K) dapat diketahui dengan rumus :




Peluang munculnya kejadian dapat diperkirakan melalui notasi di bawah ini:


Apabila nilai P(K) = 0 maka kejadian K tersebut sangat mustahil untuk terjadi

Apabila nilai P(K) = 1 maka kejadian K tersebut pasti akan terjadi


Amatilah contoh soal di bawah ini:

Contoh Soal 1
Pada proses pelemparan sebuah dadu, tentukanlah peluang munculnya mata dadu yang berangka ganjil

Jawab:
Ruang sampel S = {1,2,3,4,5,6}
n(S) = 6

Mata dadu ganjil = {1,3,5}
n(S) = 3

maka P(K) = 3/6 = 1/2

Kejadian majemuk

Kejadian majemuk adalah dua atau lebih kejadian yang dioperasikan sehingga terbentuklah sebuah kejadian yang baru

Suatu kejadian K dan kejadian komplemen berupa K' memenuhi persamaan:

P(K) + P(K') = 1 atau P(K') = 1 - P(K)


Contoh Soal 2
dari seperangkat kartu bridge, diambillah satu buah kartu secara acak. tentukan peluang terambilnya kartu yang bukan As.

Jawab:
jumlah kartu bridge = n(S) = 52
jumlah kartu As = n(K) = 4
P(K) = 4/52 = 1/13

peluang yang terambil bukan kartu As = P(K') = 1-P(K) = 1 - 1/13 = 12/13

PENJUMLAHAN PELUANG


Kejadian Saling Lepas
dua buah kejadian A dan B dikatakan saling lepas apabila tak ada satupun elemen pada kejadian A yang sama dengan elemen yang ada pada kejadian B. untuk dua buah kejadian yang saling lepas, maka peluang salah satu A atau B mungkin terjadi, rumusnya adalah:

P(A u B) = P(A) + P(B)


Contoh Soal 3
Dua buah dadu masing-masing berwarna merah dan putih dilempar secara bersamaan sebanyak satu kali, tentukanlah peluang munculnya mata dadu yang berjumlah 3 atau 10!

Jawab:
Hasil pelemparan dadu tersebut dapat digambarkan dengan tabel ini:

Materi Pengertian dan Rumus Peluang Matematika SMP


Kejadian mata dadu berjumlah 3 ditandai dengan warna kuning.
A = {(1,2), (2,1)}
n(A) = 2

Kejadian mata dadu berjumlah 10 ditandai dengan warna biru
B = {(4,6), (5,5), (6,4)}

Karena tidak ada elemen yang sama pada A dan B digunakan rumus:
P(A u B) = P(A) + P(B)
P(A u B) = 2/36 + 3/36
P(A u B) = 5/36

Kejadian Tidak Saling Lepas
Artinya ada elemen A yang sama dengan elemen B, rumusnya dapat dituliskan menjadi:

P(A u B) = P(A) + P(B) - P(A n B)

Contoh Soal 4
Sebuah kartu diambil dari tumpukkan kartu bridge secara acak. coba kalian tentukan peluang dari kartu yang terambil adalah kartu hati dan kartu bergambar (K,Q,J)!

Jawab:
Jumlah kartu bridge = n(S) = 52
jumlah kartu hati = n(A) = 13
jumlah kartu bergambar = n(B) = 12

karena ada kartu bergambar yang merupakan kelompok kartu hati (J hati, Q hati, dan K hati) maka A dan B tidak saling lepas sehingga digunakanlah rumus:

P(A u B) = P(A) + P(B) - P(A n B)
= 13/52 + 12/52 - 3/52

= 22/52 = 11/26

Kejadian Saling Bebas
Dua buah kejadian dapat disebut saling bebas bila munculnya kejadian A tidak berpengaruh pada munculnya kejadian B sehingga peluang kejadian A dan B terjadi bersamaan dapat dituliskan menjadi:

P(A n B) = P(A) x P(B)

Contoh Soal 5
Pada percobaan pelemparan dua buah dadu, coba tentukan peluang munculnya angka genap pada dau pertama dan angka ganjil prima pada dadu kedua!

Jawab:
misalkan A = kejadian munculnya mata dadu genap pada dadu pertama = {2,4,6} maka P(A) = 3/6

misalkan B = kejadian munculnya mata dadu ganjil prima pada dadu kedua = {3,5} maka P(B) = 2/6

karena kejadian A tidak berpengaruh pada kejadian B maka digunakan rumus:

P(A n B) = P(A) x P(B)
P(A n B) = 3/6 x 2/6 = 1/6

Kejadian Bersyarat
kejadian bersyarat terjaid apabila kejadian A mempengaruhi munculnya kejadian B atau sebaliknya. maka dapat dituliskan seperti ini:

P(A n B) = P(A) x P(B/A) atau P(A n B) = P(B) x P(A/B)

Contoh Soal 6
ada sebuah kotak yang berisi 5 bola merah dan 4 bola hijau. bila diambil dua buah bola satu persatu tanpa adanya pengembalian, tentukanlah peluang bola yang terambil adalah bola merah pada pengambilan pertama dan bola hijau pada pengambilan kedua!

Jawab:
Pada pengambilan pertama tersedia 5 bola merah dari 9 bola yang ada.
maka P(M) = 5/9

Pada pengambilan kedua ada 4 bola hijau dari 8 bola yang tersisa (dengan syarat bola merah telah terambil).
maka P(H/M) = 4/8

karena kejadiannya saling berpengaruh, digunakanlah rumus:

P(M n H) = P(M) x P(H/M)
P(M n H) = 5/9 x 4/8 = 5/18